Prosedur Ijin Tidak Masuk Kerja

Prosedur Izin Tidak Masuk Kerja adalah langkah-langkah yang harus diikuti oleh pegawai untuk mendapatkan izin ketidak hadiran dari pekerjaan mereka, selain izin cuti atau sakit, dengan alasan tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Proses ini diatur berdasarkan peraturan pemerintah dan aturan yang ditetapkan oleh instansi terkait.

Definisi: Prosedur Izin Tidak Masuk Kerja adalah tata cara yang mengatur izin absensi pegawai dalam kepegawaian. Izin ini diberikan kepada pegawai yang memerlukan ketidakhadiran dari pekerjaan mereka, selain izin cuti atau sakit, dengan alasan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dasar Hukum: Prosedur ini berdasarkan pada beberapa peraturan pemerintah yang mengatur kepegawaian dan izin ketidak hadiran, yaitu:

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017: Peraturan ini menjelaskan tentang manajemen kepegawaian, termasuk aturan terkait izin tidak masuk kerja.

  2. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017: Peraturan ini mengatur prosedur kepegawaian, termasuk pengajuan izin tidak masuk kerja.

  3. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2011: Peraturan ini berhubungan dengan kepegawaian, termasuk izin ketidak hadiran pegawai.

Prosedur Operasi Standar: Proses pengajuan izin tidak masuk kerja melibatkan beberapa langkah, seperti berikut:

  1. Pegawai yang ingin mengajukan izin tidak masuk kerja harus mengisi berkas berikut:

    • Formulir Permohonan Izin.
    • Surat Keterangan Dokter (jika izin terkait sakit).
    • Surat Tugas (jika izin terkait dinas luar).
  2. **Setelah mengisi berkas izin, pegawai mengirimkan Surat Izin tersebut ke atasan langsung untuk mendapatkan persetujuan tanda tangan. Izin harus diajukan selambat-lambatnya 1 hari sebelum tanggal ketidak hadiran, kecuali izin terkait kabar duka, sakit, atau keperluan mendesak lainnya.

  3. Administrasi Jurusan/Unit Kerja serta Sub Bagian Kepegawaian juga menerima salinan Surat Izin sebagai tembusan.

  4. Jika pegawai tidak masuk kerja atau datang terlambat karena keadaan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, pegawai diharuskan mengisi Formulir Permohonan Izin setelah kembali masuk kerja, meminta tanda tangan atasan, dan kemudian menyampaikannya ke:

    • Administrasi Jurusan/Unit Kerja sebagai tembusan.
    • Sub Bagian Kepegawaian sebagai tembusan.
  5. **Sub Bagian Kepegawaian mencatat dan melaporkan jumlah kehadiran pegawai kepada pimpinan secara berkala, misalnya, setiap triwulan.

Persyaratan Administrasi: Untuk mengajukan izin tidak masuk kerja, pegawai harus memenuhi persyaratan administrasi berikut:

  1. Formulir Permohonan Izin: Dokumen yang harus diisi untuk mengajukan izin tidak masuk kerja.
  2. Surat Keterangan Dokter: Diperlukan jika izin terkait dengan sakit.
  3. Surat Tugas: Digunakan jika izin terkait dengan dinas luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *